Traveling Blog by Aden

Tuesday, January 12, 2021

Saturday, October 31, 2020

Friday, October 23, 2020

Monday, October 5, 2020

Orang Terkaya di Indonesia 2020

 Inilah daftar nama  25 orang terkaya di Indonesia. daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2019 menurut versi Forbes. orang terkaya,orang kaya raya ,orang tajir.




Tuesday, September 29, 2020

Pasar Serpong

Pasar Serpong adalah pasar tradisional  yang lokasinya berdekatan dengan Stasiun Kereta Api  sehingga memang secara arus lalulintas dijalan raya Pasar Serpong ini sering terjadi kemacetan apalagi ditambah dengan para pedagang yang berjualan di trotoar diluar kawasan pasar. Mengenai pasarnya sendiri saya rasa cukup strategis dan tidak sekumuh dan becek sebagaimana biasanya pasar2 tradisonal tempo doeloe. Pasar tradisional memang memiliki unsur budaya yang kental  dapat kita lihat dari interaksi sosial yang terjadi di pasar ini dan satu hal yang harus diingat bahwa  harga-harga di pasar tradisional itu lebih murah dibanding dengan toko-toko retail modern.

Dilantai dasar pasar ramai dengan aktifitas para pedagang yang menjual bahan pokok seperti sayuran, buah, ikan, daging, telur, bumbu dll, sedangkan dilantai atas adalah para penjual pakaian, perhiasan emas, sepatu, seragam sekolah, kelontong dan berbagai produk lainnya. 


Silahkan simak videonya dan selamat berbelanja di Pasar Serpong.

Tuesday, September 15, 2020

CARA DAPAT HOTEL HARGA MURAH

 Anda ingin mendapatkan harga kamar hotel yang lebih murah? Silahkan simak pembahasannya disini:


Wednesday, July 25, 2018

Indahnya Kota Luwuk

Bila melakukan penerbangan ke tempat baru, aku selalu memilih duduk di kursi deket jendela agar bisa melihat pemandangan dari ketinggian. Seperti itu pula siang itu saat melakukan Penerbangan Makassar – Luwuk, yang pada cuaca cerah kita disuguhi pemandangan yang menawan. Gradasi warna biru dari pemandangan perbukitan dan laut menjelang memasuki wilayah Banggai begitu mempesona. 

Bandara kota Luwuk bernama Syukuran Aminuddin Amir, berlokasi di tepi pantai dan membelakangi gunung. Landasan pacunya di atas, sementara ruang keberangkatan dan ruang kedatangannya di trap bawah dekat laut. Tidak ada taksi resmi di kota ini, adanya adalah mobil2 pribadi yang disewakan untuk membawa penumpang. Bisa disewa per mobil atau bila sendirian bisa bergabung dengan penumpang lain layaknya angkot. Ongkos perorangan ke kota adalah 50 ribu rupiah. Di kota sendiri ada angkot tapi tidak banyak, rutenyapun tidak terlalu khusus, kita bisa minta turun dan akan diantarkan meskipun ditempat yang tidak dilalui rute resmi mereka. 

Luwuk adalah kota kecil pusat pemerintahan Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah Jaraknya sekitar 600 km atau 16 jam perjalanan darat dari Palu, Ibu Kota Propinsi Sulawesi Tengah. Kotanya kecil namun menawan. Terus terang, sebelum aku menginjakan kaki di kota ini, awalnya underestimate juga dengan kota ini. Aku fikir ini hanya kota kecil yang tidak menarik dan jauh dari makmur. Ternyata hampir semua bank sudah ada di Luwuk. Sebut saja misalnya BCA, BNI, Bank Mandiri, BRI, Bank Danamon, Panin, Bank Mega, Bank Muamalat, Mandiri Syariah, dan tentu saja Bank Sulteng.Penerbangan ke kota inipun ternyata banyak Garuda Indonesia, Wings Air, Sriwijaya Air, dan Express Air terbanga ke kota ini. 

Kami menginap di hotel Estrella, tidak jauh dari bandara. Hotel ini menyediakan fasilitas shuttle untuk jemput antar ke bandara, juga tersedia shuttle untuk drop off atau pick up anda ke suatu tempat di kota Luwuk. Kalau tidak ada fasilitas itu repot juga mengingat hotel ini berlokasi di atas bukik sementara kota ada dibawah, di sepanjang pesisir pantai, dimana di kota ini tidak ada taksi yang bisa kita order. 

Ngomong2 soal pantai. Kilo Lima adalah pantai yang cukup resik bersebelahan dengan jalan poros kota ini. Pantai ini menjadi icon dan tempat pariwisata utama kota Luwuk. Tak ada biaya untuk menikmati pantai ini. 

Pantai Kilo Lima tidak hanya pantainya yang bersih tapi alam bawah lautnya juga konon sangat indah dan menarik. 

 Semua keindahan Luwuk bisa kita nikmati panoramanya dari ketinggian bukit Keles. Luar biasa.

Friday, April 6, 2018

Tasik, Ciamis, Pangandaran

Sore itu kami putuskan untuk singgah dan bermalam di kota Tasikmalaya, sebelum besok paginya melanjutkan perjalanan ke Ciamis dan Pangandaran. 


Kami memilih hotel Santika untuk menginap malam itu.

Besok paginya setelah merasa segar dan bersarapan kami lanjutkan perjalanan ke Camis. ini untuk urusan pekerjaan, bukan jalan2.
Tapi meski demikian sempatlah kami singgah dibeberapa tempat yang tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan untuk mencari makan dan foto2.





Demikian pula halnya dengan  Pangandaran, toh pantai Pangandaran mesti dilalui untuk sampai ke tempat dimana kami melakukan pekerjaan. Jadi apa salahnya mampir sebentar melepas lelah dan foto2.