Wednesday, July 25, 2018

Indahnya Kota Luwuk

Bila melakukan penerbangan ke tempat baru, aku selalu memilih duduk di kursi deket jendela agar bisa melihat pemandangan dari ketinggian. Seperti itu pula siang itu saat melakukan Penerbangan Makassar – Luwuk, yang pada cuaca cerah kita disuguhi pemandangan yang menawan. Gradasi warna biru dari pemandangan perbukitan dan laut menjelang memasuki wilayah Banggai begitu mempesona. 

Bandara kota Luwuk bernama Syukuran Aminuddin Amir, berlokasi di tepi pantai dan membelakangi gunung. Landasan pacunya di atas, sementara ruang keberangkatan dan ruang kedatangannya di trap bawah dekat laut. Tidak ada taksi resmi di kota ini, adanya adalah mobil2 pribadi yang disewakan untuk membawa penumpang. Bisa disewa per mobil atau bila sendirian bisa bergabung dengan penumpang lain layaknya angkot. Ongkos perorangan ke kota adalah 50 ribu rupiah. Di kota sendiri ada angkot tapi tidak banyak, rutenyapun tidak terlalu khusus, kita bisa minta turun dan akan diantarkan meskipun ditempat yang tidak dilalui rute resmi mereka. 

Luwuk adalah kota kecil pusat pemerintahan Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah Jaraknya sekitar 600 km atau 16 jam perjalanan darat dari Palu, Ibu Kota Propinsi Sulawesi Tengah. Kotanya kecil namun menawan. Terus terang, sebelum aku menginjakan kaki di kota ini, awalnya underestimate juga dengan kota ini. Aku fikir ini hanya kota kecil yang tidak menarik dan jauh dari makmur. Ternyata hampir semua bank sudah ada di Luwuk. Sebut saja misalnya BCA, BNI, Bank Mandiri, BRI, Bank Danamon, Panin, Bank Mega, Bank Muamalat, Mandiri Syariah, dan tentu saja Bank Sulteng.Penerbangan ke kota inipun ternyata banyak Garuda Indonesia, Wings Air, Sriwijaya Air, dan Express Air terbanga ke kota ini. 

Kami menginap di hotel Estrella, tidak jauh dari bandara. Hotel ini menyediakan fasilitas shuttle untuk jemput antar ke bandara, juga tersedia shuttle untuk drop off atau pick up anda ke suatu tempat di kota Luwuk. Kalau tidak ada fasilitas itu repot juga mengingat hotel ini berlokasi di atas bukik sementara kota ada dibawah, di sepanjang pesisir pantai, dimana di kota ini tidak ada taksi yang bisa kita order. 

Ngomong2 soal pantai. Kilo Lima adalah pantai yang cukup resik bersebelahan dengan jalan poros kota ini. Pantai ini menjadi icon dan tempat pariwisata utama kota Luwuk. Tak ada biaya untuk menikmati pantai ini. 

Pantai Kilo Lima tidak hanya pantainya yang bersih tapi alam bawah lautnya juga konon sangat indah dan menarik. 

 Semua keindahan Luwuk bisa kita nikmati panoramanya dari ketinggian bukit Keles. Luar biasa.

Friday, April 6, 2018

Tasik, Ciamis, Pangandaran

Sore itu kami putuskan untuk singgah dan bermalam di kota Tasikmalaya, sebelum besok paginya melanjutkan perjalanan ke Ciamis dan Pangandaran. 


Kami memilih hotel Santika untuk menginap malam itu.

Besok paginya setelah merasa segar dan bersarapan kami lanjutkan perjalanan ke Camis. ini untuk urusan pekerjaan, bukan jalan2.
Tapi meski demikian sempatlah kami singgah dibeberapa tempat yang tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan untuk mencari makan dan foto2.





Demikian pula halnya dengan  Pangandaran, toh pantai Pangandaran mesti dilalui untuk sampai ke tempat dimana kami melakukan pekerjaan. Jadi apa salahnya mampir sebentar melepas lelah dan foto2.



Sunday, April 1, 2018

Coban Rondo,Wisata Air Terjun

Jika anda berwisata ke kota Malang maka belum lengkap rasanya  bila anda  tidak  menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat Wisata air terjun Coban Rondo, suatu kawasan wisata air terjun yang cukup terkenal.  

Jarak dari kota Malang ke Coban Rondo sekitar 20 km saja. Air terjun ini terletak di desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kota Batu, Malang.  Jika menggunakan Kendaraan pribadi atau sewaan, dari arah Batu kita langsung menuju ke arah Pujon. Ketika sampai di puncak perbukitan terdapat papan petunjuk yang menunjukkan arah wisata Air Terjun Coban Rondo. Setelah itu kita tinggal mengikuti petunjuk  jalan yang tersedia.

Berada di ketinggian 1.135 mdpl menjadikan udara di Coban Rondo menjadi sangat sejuk. Sumber air terjun ini berasal dari mata air Cemoro Mudo yang berada di sisi lereng gunung Kawi. Tinggi Air terjun Coban Rondo mencapai 84 meter. 

Kenapa dinamai Coban Rondo? Tanya saya kepada seorang pemuda Malang yang menemani perjalanan kami. Lalu berceritalah ia tentang sebuah legenda yang mengisahkan tentang sepasang muda-mudi yang saling jatuh cinta. Sang wanita bernama Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi sedangkan sang jejaka bernama Raden Baron Kusumo berasal dari Gunung Anjasmoro.
Keduanya memutuskan untuk mengikat janji dalam pernikahan. Baru beberapa hari menjadi suami-istri, Dewi Anjarwati mengajak suaminya untuk bertandang ke rumah orang tua mereka yang ada di Gunung Anjasmoro. Niat mana ditentang oleh orangtua Dewi Anjarwati  karena dalam tradisi Jawa kuno, pasangan pengantin baru dilarang bepergian sebelum usia pernikahan mencapai selapan, jika dilanggar dipercaya akan mendatangkan kesialan bagi pasangan tersebut. Tetapi keduanya tetap bersikeras pergi.

Di tengah perjalanan, Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo bertemu dengan Joko Lelono dan Joko Lelon yang terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati menantang Raden Baron Kusumo berduel untuk memperebutkan Dewi Anjarwati.

Oleh Raden Baron Kusumo, Dewi Anjarwati disuruh sembunyi di suatu tempat yang ada cobannya (air terjun) sambil menunggu ia menjemputnya kembali.  Namun ternyata  Raden Baron Kusumo dan Joko Lelono sama-sama tewas dalam pertarungan. Janji Raden Baron Kusumo untuk menjemput istrinya tak bisa dipenuhi. Tinggallah Dewi Anjarwati sendiri menjadi seorang janda atau dalam bahasa Jawa Rondo.

Monday, February 19, 2018

Berziarah ke Makam Bung Karno

Setelah lama tidak menulis di blog ini, akan saya coba menulis kembali. Kali ini saya akan berceritera tentang kunjungan ke makam Proklamator Bung Karno di kota Blitar, Jawa Timur. Ini bukan kali pertama saya datang berziarah ke makam Bung Karno, ini kali ke-dua.


Makam Bung Karno yang merupakan ikon wisata kota Blitar terletak di utara kota Blitar yaitu di kelurahan Bendogerit kecamatan Sanawetan kota Blitar Jawa Timur makam Beliau ini diapit oleh makam kedua orang tua beliau yaitu R. Sukemi Sosrodiharjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. 


Setiap harinya makam beliau selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai peloksok tanah air bahkan manca Negara, juga sebagaimana anda mafhum makam beliau inipun selalu ramai di datangi para tokoh politik yang akan mengadu peruntungan diajang Pileg atau Pilkada juga Pilpres.

Tepat di pintu masuk makam terdapat patung Besar bung Karno yang sedang membaca. Ada juga perpustakaan yang letaknya ada di pintu selatan, didalamnya tersimpan buku-buku khusus mengenai sejarah bangsa Indonesia dan Bung Karno. Selain perpustakaan ada juga ruangan lain yang di dalamnya terpajang foto2 dokumentasi Bung Karno. 



.

Bung Karno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia, lahir pada 6 juni 1901 di Blitar dan wafat pada 21 Juni 1970. Beliau adalah seorang inspirator yang telah banyak menginspirasi warga dunia. Salah satu pidato bersejarah Beliau didepan dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 30 September 1960 bertajuk  To Builld The World A New beliau telah menggugah kesadaran warga dunia, dengan konsep beliau tentang Pancasila sebagai intisari dari peradaban Indonesia. Pidato Beliau ini digambarkan pada relief-relief di dinding lingkungan makamnya.

Untuk masuk ke komplek makam ini tidak dipungut biaya.

Monday, May 23, 2016

Antara Makassar - Tanah Toraja

Meskipun masih berasa cape selepas pulang dari Kalimantan Barat pagi itu aku dan 2 orang teman telah terbang kembali menuju Makassar. Tentu saja untuk urusan pekerjaan dibeberapa kota di Propinsi Sulawesi Selatan.
ruang tunggu bandara Hasanuddin, Makassar


Tuesday, May 10, 2016

Pontianak - Singkawang

Setelah mengudara selama 90 menit dari Soekarno Hatta Jakarta akhirnya siburung besi Garuda mendarat dengan mulus dibandara Supadio Pontianak. Sebelum mendarat aku sempat memfoto pemandangan dari atas yang cukup mempesona, dimana aliran sungai Kapuas dan sungai Landak Nampak meliuk liuk membelah kota Pontianak.








Monday, April 11, 2016

Antara Medan dan Danau Toba

Pagi itu dengan menggunakan 5 mobil MPV kami berangkat dari Medan menuju Berastagi kemudian Karo. Tujuan pertama adalah Taman Alam Lumbini yang terletak di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, di kaki Gunung Sibayak. 

Lumbini



Thursday, March 24, 2016

Bangka Belitung

Bangka dan Belitung sebagai pulau penghasil timah terbesar dunia, mungkin banyak orang yang telah mendengarnya namun jika akibat dari penambangan yang tidak terkedali itu telah membuat rusaknya alam dipulau tersebut mungkin tidak banyak orang luar yang telah melihatnya. Bekas galian timah yang dibiarkan menyerupai danau dan limbah galian menggunung bak padang pasir. Lubang menganga dimana mana. Tak nampak adanya reklamasi atau upaya pemulihan. 

Saturday, December 12, 2015

Padang Rumput Mongolia

Pagi itu kami harus menempuh perjalanan darat sejauh kurang lebih 800 km dari kota Hohhot menuju Xilian Gol. Perjalanan yang cukup melelahkan tentunya. Untung saja disepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan spektakuler dari hamparan luas padang rumput yang kecokelatan, menawarkan kami sensasi hidup ala nomaden yang sampai detik ini masih jadi gaya hidup para pengikut Genghis Khan.

Monday, December 7, 2015

Assalamu'alaikum Beijing

Usai shalat shubuh bergegas aku meninggalkan kamar menuju lobi hotel dimana dua bis sudah siap menunggu rombongan kami yang pagi itu akan mengadakan perjalanan ke Beijing. Meskipun jarak Hohhot - Beijing lumayan jauh, sekitar 500 km, kami berangkat menggunakan bis dengan harapan supaya dapat mengetahui dan menikmati pemandangan darat, meskipun ada juga beberapa orang rekan dari negara lain yang menggerutu dengan keputusan panitia ini. Mereka ingin naik pewasat, takut kecapean katanya.

Friday, November 20, 2015

Once Upon a Time in Hohhot

Kunjungan ke berbagai kota, kunjungan ke berbagai tempat sejarah maupun industri merupakan bagian dari program seminar yang kami ikuti di Hohhot. Diantara tempat2 yang dikunjungi di Hohhot adalah Yili dan Mengniu dua pabrik pengolahan susu terbesar di daratan China, bahkan katanya dunia (?)

Tuesday, November 10, 2015

Hohhot memang Hot



Jam menunjukkan angka 18.15 saat pesawat yang kami tumpangi landing di pelabuhan udara Baita International di kota Hohhot, Inner Mongolia, dalam cuaca yang sangat terang benderang oleh sinar matahari sore berpadu dengan langit biru yang tanpa awan sama sekali.

Thursday, November 5, 2015

Guangzhou - Hohhot

Pagi itu usai sarapan kami jalan2 diseputaran tempat kami menginap di Guangzhou. Rencananya pingin nyoba berkeliling kota dengan taksi tapi batal kami lakukan lantaran setelah berkeliling dengan jalan kaki lalu sebelum naik taksi kami balik dulu ke hotel dan tiba tiba hujan turun mengguyur Guangzhou, jadi rencana itu kami batalkan saja.

Wednesday, October 28, 2015

Semalam di Guangzhou

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 5 jam, pesawat China Shouthern Airlines yang menerbangkan kami dari Jakarta akhirnya mendarat di bandara Baiyun, Guangzhou pada sekitar pukul 15.05 waktu setempat. Ada perbedaan waktu satu jam dengan waktu Jakarta dimana waktu setempat satu jam didepan atau sama dengan Waktu Indonesia Tengah.

Friday, October 10, 2014

Dubai

Ada sensasi berbeda pagi itu tatkala pesawat emirates A380 yang kami tumpangi mendarat di bandara Dubai. Bukan lantaran turun dari pesawat ukuran jumbo yang merupakan pesawat dengan ukuran terbesar di dunia saat ini tapi karena hal lain yaitu bahwasanya sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke tanah air kami akan singgah dan berwisata di Dubai.