Monday, April 11, 2016

Antara Medan dan Danau Toba

Pagi itu dengan menggunakan 5 mobil MPV kami berangkat dari Medan menuju Berastagi kemudian Karo. Tujuan pertama adalah Taman Alam Lumbini yang terletak di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, di kaki Gunung Sibayak. 




Thursday, March 24, 2016

Bangka Belitung

Bangka dan Belitung sebagai pulau penghasil timah terbesar dunia, mungkin banyak orang yang telah mendengarnya namun jika akibat dari penambangan yang tidak terkedali itu telah membuat rusaknya alam dipulau tersebut mungkin tidak banyak orang luar yang telah melihatnya. Bekas galian timah yang dibiarkan menyerupai danau dan limbah galian menggunung bak padang pasir. Lubang menganga dimana mana. Tak nampak adanya reklamasi atau upaya pemulihan. 

Saturday, December 12, 2015

Padang Rumput Mongolia

Pagi itu kami harus menempuh perjalanan darat sejauh kurang lebih 800 km dari kota Hohhot menuju Xilian Gol. Perjalanan yang cukup melelahkan tentunya. Untung saja disepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan spektakuler dari  hamparan luas  padang rumput yang kecokelatan, menawarkan kami sensasi hidup ala nomaden yang sampai detik ini masih jadi gaya hidup para pengikut Genghis Khan.

Monday, December 7, 2015

Assalamu'alaikum Beijing

Usai shalat shubuh bergegas aku meninggalkan kamar menuju lobi hotel dimana dua bis sudah siap menunggu rombongan kami yang pagi itu akan mengadakan perjalanan ke Beijing. Meskipun jarak Hohhot - Beijing lumayan jauh, sekitar 500 km, kami berangkat menggunakan bis dengan harapan supaya dapat mengetahui dan menikmati pemandangan darat, meskipun ada juga beberapa orang rekan dari negara lain yang menggerutu dengan keputusan panitia ini. Mereka ingin naik pewasat, takut kecapean katanya.

Friday, November 20, 2015

Once Upon a Time in Hohhot

Kunjungan ke berbagai kota, kunjungan ke berbagai tempat sejarah maupun industri merupakan bagian dari program seminar yang kami ikuti di Hohhot. Diantara tempat2 yang dikunjungi di Hohhot adalah Yili dan Mengniu dua pabrik pengolahan susu terbesar di daratan China, bahkan katanya dunia (?)

Tuesday, November 10, 2015

Hohhot memang Hot



Jam menunjukkan angka 18.15 saat pesawat yang kami tumpangi landing di pelabuhan udara Baita International di kota Hohhot, Inner Mongolia, dalam cuaca yang sangat terang benderang oleh sinar matahari sore berpadu dengan langit biru yang tanpa awan sama sekali.

Thursday, November 5, 2015

Penerbangan Guangzhou - Hohhot

Pagi itu usai sarapan kami jalan2 diseputaran tempat kami menginap di Guangzhou. Rencananya pingin nyoba berkeliling kota dengan taksi tapi batal kami lakukan lantaran setelah berkeliling dengan jalan kaki lalu sebelum naik taksi kami balik dulu ke hotel dan tiba tiba hujan turun mengguyur Guangzhou, jadi rencana itu kami batalkan saja.

Wednesday, October 28, 2015

Semalam di Guangzhou

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 5 jam, pesawat China Shouthern Airlines yang menerbangkan kami dari Jakarta akhirnya mendarat di bandara Baiyun, Guangzhou pada sekitar pukul 15.05 waktu setempat. Ada perbedaan waktu satu jam dengan waktu Jakarta dimana waktu setempat satu jam didepan atau sama dengan Waktu Indonesia Tengah.

Friday, October 10, 2014

Dubai

Ada sensasi berbeda pagi itu tatkala pesawat emirates A380 yang kami tumpangi mendarat di bandara Dubai. Bukan lantaran turun dari pesawat ukuran jumbo yang merupakan pesawat dengan ukuran terbesar di dunia saat ini tapi karena hal lain yaitu bahwasanya sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke tanah air kami akan singgah dan berwisata di Dubai.

Friday, August 29, 2014

Bengkulu

Alangkah beruntungnya kita yang hidup dibumi Indonesia, selain alamnya yang indah, luas dan mempesona juga bumi Nusantara berada pada lintasan khatulistiwa. Kita memiliki malam yang gelap sepanjang tahun sementara Negara-negara tertentu memiliki malam yang sangat panjang di musim dingin. Dan malam-malam yang pendek di musim panas. Di tempat mereka di musim panas langit seringkali terlalu terang.

Monday, May 5, 2014

Madinah

Waktu di jam tangan menunjuk angka 7.15 WIB ketika pesawat  Airbus A380 yang menerbangkan kami dari Dubai mendarat di bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah.
Ini berarti masih pukul 3.15 dinihari  waktu setempat.

Saturday, March 29, 2014

Bandara Kualanamu, Medan

Bandara Kualanamu Medan, merupakan bandara pertama di Indonesia yang terhubung dengan moda transportasi kereta api bandara. Letaknya sekitar 29 km dari kota Medan,  berada di Desa Kualanamu Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Untuk menuju ke dan dari bandara Kualanamu selain bisa menggunakan kereta api dari stasiun kereta api besar Medan  bisa juga dengan menggunakan bis Damri dari terminal Amplas Medan. Jika menggunakan mobil pribadi bisa melalui jalan tol Belmera keluar di gerbang tol Tanjung Morawa.

Friday, March 14, 2014

Bandara A Yani Semarang

Hanya diperlukan waktu lebih kurang 45 menit saja untuk terbang dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Ahmad Yani Semarang.

Bandar Udara Ahmad Yani merupakan salah satu bandara internasional yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I, yang meskipun berstatus sebagai bandara internasional, karena memang ada penerbangan langsung dari Semarang ke beberapa kota di Asia Tenggara, namun bagi saya ada yang 'ganjil' dengan bandara ini, dimana jika anda datang ke Semarang dan tidak di jemput maka hanya ada satu2nya pilihan transportasi keluar dari bandara yaitu naik taksi, tapi bukan sembarang taksi juga melainkan hanya satu armada taksi saja yang diizinkan membawa penumpang keluar dari bandara (kalau masuk bandara boleh taksi lain), taksi tanpa argo dengan tarif yang dinilai warga mahal ini konon merupakan perusahaan taksi yang dikelola oleh militer disana.

Wednesday, May 8, 2013

Kupang: Gong Perdamaian Nusantara

Bandara El Tari
Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam 15 menit (dihitung dengan waktu transit di Surabaya) akhirnya pesawat yang kami tumpangi mendarat di pelud El Tari Kupang. Udara yang cukup panas menyambut kedatangan kami siang itu. Bandara El Tari ternyata hanya sebuah Bandara kecil saja, tempat pengambilan bagasi hanya ada satu, pendek dan tidak melingkar.

Thursday, April 11, 2013

Bukittinggi-Maninjau


Jalanan Padang nan mulus
Jadi pingin lagi nulis nerusin cerita perjalanan ke Padang, terutama setelah beberapa hari lalu menempuh perjalanan ke wilayah Jawabarat tepatnya kota Sukabumi dan suatu wilayah di daerah Cianjur Selatan. Bila anda bertanya apa hubungannya antara cerita perjalanan ke Padang dengan perjalanan ke Jabar? Ya gak ada hubungan memang selain sama-sama “barat” hanya saja yang membuat saya surprise adalah mengenai jalan di dua propinsi ini yang kondisinya sangat bertolak belakang. Selama perjalanan di Propinsi Sumbar saya tidak menemukan jalan yang rusak, kemana-mana jalan berhotmix dan mulus, setidaknya pada jalan2 yang saya lewati didalam perjalanan dari kota Padang ke suatu wilayah di peloksok Padang Pariaman, lalu juga dari Padang ke Bukittinggi lalu balik ke Padang melalui Padang Pariaman dengan melewati ruas jalan melalui danau Maninjau, tak menemukan jalan berlubang atau beraspal tambalan. Sebaliknya dalam perjalanan saya ke Jawabarat saya melihat betapa jalan kemana-mana hancur, dari Cianjur kota ke Cianjur Selatan bahkan dari Cianjur ke kota Sukabumi lalu lanjut ke pintu tol Ciawi rasanya tidak berlebihan bila saya katakan lebih dari 90% jalan rusak berat.