Tuesday, November 10, 2015

Hohhot memang Hot



Jam menunjukkan angka 18.15 saat pesawat yang kami tumpangi landing di pelabuhan udara Baita International di kota Hohhot, Inner Mongolia, dalam cuaca yang sangat terang benderang oleh sinar matahari sore berpadu dengan langit biru yang tanpa awan sama sekali.


Saat kami keluar nampak para penjemput berjejer dengan sebagian memegang secarik kertas bertuliskan nama2 yang dijemputnya kemudian disatu sudut nampak 2 orang muda dan satu orang bapak2 melambai lambaikan kertas bertuliskan nama kami, tidak salah lagi mereka adalah penjemput kami Wang Guoqi (Steven) dan Tana dua orang mahasiswa Inner Mongoia Agricultural University (IMAU) yang jadi volunteer dalam kepanitian sebuah seminar yang diselenggarakan kampusnya, dimana kami berdua merupakan peserta dari Indonesia yang akan mengikuti seminar dimaksud.

Seminarnya sendiri akan berlangsung selama satu bulan dan diikuti oleh 48 peserta dari 16 Negara.

Setelah saling memperkenalkan diri lalu kami menaiki mobil yang mereka sediakan untuk menuju hotel. Sebelum memasuki mobil saya minta tolong Steven untuk ambilkan foto kami dengan background bandara.

Diperjalanan Tana menerima telepon dan berbicara dalam bahasa China yang tidak kami mengerti tapi usai itu kemudian dia berbicara pada kami: “kita tidak langsung ke hotel. Dosen kami meminta kita mampir dulu kesebuah restoran, mereka sudah menunggu disana, ada welcome party kecil untuk anda berdua karena anda berdua adalah orang Indonesia pertama yang menghadiri seminar di IMAU.” Demikian ujarnya.

Tidak lama sampailah kami direstoran yang dituju, disambut hangat dan ramah oleh mereka. Mereka mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada kami telah berkenan hadir mengikuti seminar di tempatnya, karena katanya setelah sekian lama mengadakan seminar Internasional di kampusnya baru kali ini akan dihadiri oleh peserta dari Indonesia. Kamipun surprise sekali mendengarnya. Hanya saja mereka tidak satu patah katapun berbicara menggunakan bahasa Inggris, hanya berbicara bahasa China saja. Wan Guoqi dan Tana kemudian yang menterjemahkannya ke bahasa Inggris untuk kami dan sebaliknya.
Usai makan malam lalu kami melanjutkan perjalanan menuju hotel. Kami menginap di Jinsui hotel, sebuah hotel yang lokasinya paling dekat ke kampus IMAU.

Jika anda bertanya dimanakah itu Hohhot? Hohhot adalah sebuah kota yang terletak di sebelah utara Tiongkok, merupakan ibukota wilayah Inner Mongolia yang berbatasan langsung dengan Negara Mongolia. Wilayah Mongolia memang terbagi 2 yaitu Mongolia dalam yang merupakan bagian dari wilayah Tiongkok dan Mongolia luar yang adalah merupakan negara tersendiri.




Hohhot dalam bahasa Mongolia-nya Hu He Hao Te artinya "Kota Biru." Warna biru dalam kebudayaan Mongolia dikaitkan dengan langit, keabadiaan, dan kemurnian; dalam bahasa Tionghoa, dapat diterjemahkan dengan Qīng Chéng (青城) yang secara harafiah berarti "Kota Biru/Hijau."kota biru berpenduduk sekitar 3 jutaan. Lokasinya 690 km utara dari kota Beijing.

1 comment:

  1. kang deden enak bgt jalan-jalan mulu, hihihi

    ReplyDelete