Monday, April 11, 2016

Antara Medan dan Danau Toba

Pagi itu dengan menggunakan 5 mobil MPV kami berangkat dari Medan menuju Berastagi kemudian Karo. Tujuan pertama adalah Taman Alam Lumbini yang terletak di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, di kaki Gunung Sibayak. 

Lumbini



Di taman ini terdapat Pagoda tertinggi di Indonesia yang merupakan replika dari Pagoda Shwedagon yang ada di Myanmar. Merupakan destinasi wisata religi yang bernuansa Buddha, tempat ini terasa sangat tenang dan damai ditambah lagi dengan keindahan arsitektur pagodanya yang bercatkan emas sehingga membuat Pagoda ini terpancar ke segala arah. 


Selain bangunan Pagoda yang megah, di taman yang berluaskan 3 hektar ini juga terdapat taman bunga yang sangat indah dengan pohon-pohon yang ada di sekelilingnya di tambah dengan patung-patung bikshu yang mempercantik taman ini. Untuk masuk ke tempat ini tidak dikenakan biaya, sayangnya akses jalan yang menuju ketempat ini jelek. 

view danau Toba




Lake Toba with Prof AETH

geng laper
Puas foto2 dan menikmati ketenangan tempat ini perjalanan kami lanjut ke tanah Karo menuju danau Toba lalu lanjut ke air terjun Sipiso-piso. 


Di tepian Danau Toba kami makan menikmati sajian ikan bakar. Tentu saja merupakan sajian makan siang yang cukup mengundang selera.


bersama anak2 SMA yang lagi merayakan kelulusan
perlu upaya dan tenaga untuk sampai dilokasi ini
Air Terjun Sipiso-piso merupakan salah satu tempat wisata di Pulau Sumatera. Berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang tidak begitu jauh dari pemukiman penduduk Desa Tongging. Air terjun ini berada di perbukitan dengan ketinggian sekitar 800 mdpl dan dikelilingi oleh hutan pinus. Konon Air Terjun Sipiso-piso merupakan salah satu air terjun tertinggi di Indonesia. Untuk sampai di dasar air terjun kita harus menelusuri punggungan bukit, menuruni anak tangga yang lumayan jauh, apalagi saat kita harus berjuang kembali dari dasar air terjun kelokasi parkir kendaraan cukup menguras tenaga, sehingga dari seluruh rombongan kami hanya saya dan seorang kawan dari Yogya saja yang berhasil sampai di dasar air terjun yang cukup mempesona. Saat menyusuri punggung bukit dan menuruni anak tangga kepada kita juga tersaji pemandangan menakjubkan kearah danau Toba.  Untuk memasuki kawasan Sipiso piso ini dipungut tiket masuk rp 10,000/orang ditambah pada saat kita meyusuri punggung bukit seorang Bapak meminta rp 2,000 kepada setiap pengunjung dengan alasan ”ini pungutan resmi untuk pemelliharaan kebersihan”, katanya.

No comments:

Post a Comment